WhatsApp Official

0811 2444 851

Kesan Pesan Santri Nurul Huda Kertawangunan

Share This Post:

Nurul Huda Kertawangunan – Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan adalah salah satu lembaga pendidikan islami yang dipimpin oleh Pimpinan Umum Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan bernama K.H Abdul Syukur. Yang berlokasikan kampus 1  di Dusun 2 Blok Tarikolot, dan Kampus 2 di Dusun 2 Blok Cipetir,Desa Kertawangunan,Sindangagung,Kuningan ,Jawa barat.

 

 

Pada tahun 2022,Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan memilki ratusan santri dari berbagai penjuru di indonesia, dari ujung barat indonesia paling jauh dari Palembang,sedangkan dari ujung timur Indonesia paling jauh dari Ambon.

 

Menurut salah seorang santri yang pertama bernama nadhillah dia termotivasi untuk mondok disini karena dorongan dari ayahnya . Nadhilah mondok di Nurul Huda selama 2,5 tahun.

 

“Pengalaman saya saat menjadi santri baru lebih banyak semangat dalam memulai aktivitas yang belum pernah saya rasakan, bahkan ketika baru pertama kali saya mempelajari kitab – kitab, saya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. “

 

Banyak yang dapat dipelajari menjadi santri salah satunya hidup mandiri, pelajaran baru belum Nadhilah ketahui semua itu butuh proses dalam menempuhnya , dijalani dengan sabar dan ikhlas dan kebersamaan dengan teman teman, adik kelas, kakak kelas yang saling merangkul ketika ada yang rapuh di antara salah satunya . Pertama kali Nadhilah  datang ke Nurul Huda Nadhilah  sempat mengalami culture shock posisi dimana Nadhilah kaget karena belum siap menerima perubahan yang ada di pesantren. Begitu yang Nadhilah rasakan saat menjadi santri.

 

Dan ucap salah seorang santri yang ke dua, bernama Nida Nadia

“Saya termotivasi untuk mondok disini karena keluarga saya,dan kemauan saya sendiri.Saya sudah menempuh di sini selama 4,5 tahun.Karena yang pertama saya melihat dari lulusan pengajarnya yang menjadi mimpi saya pas masih MTS,yang kedua karena disini ada jurusan kelas tahfidz nya soalnya saya ingin mengejar hafalan saya sampai selesai.”

 

Perasaan Nida  bahagia, karena cita-cita Nida mondok bisa tercapai, karena ketika Nida masih Sekolah Dasar dia ingin mondok tapi tidak diizinkan, dan bagian sedihnya  harus jauh dari keluarganya. Kesan selama di pondok ini banyak ilmu yang didapat, dan banyak orang-orang yang mengajak kepada kebaikan, dan juga Nida jadi bisa show up.

 

“Pertama kali saya datang ke Nurul Huda, sempat mengalami kaget [ culture shock] karena mungkin di luar belum pernah ngerasain yang namanya mandi ngantri, makan ngantri, tapi setelah saya menjalani kehidupan nyantri perlahan-lahan saya bisa menjalani nya.’’, tambah Nida mengulas kembali masa masa sebelum Mondok.

 

Penulis : Nadia Fitri

Editor : Risa Nur Auliah

Wawancara : Ghaida, Alika.

Add a Comment

Your email address will not be published.