Pengajian Rutin Bulanan Sekaligus Launching KBIHU Nurul Huda Al Fauzan

NURUL HUDA – Ahad, 23 Februari 2025, Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan kembali mengadakan pengajian bulanan dengan tema Tarhib Ramadhan. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Sebagai pembuka acara, lantunan sholawat menggema merdu dari grup hadroh ikhwan Tajjul Walidain, yang diiringi dengan alunan gambus yang menambah kekhidmatan suasana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ serta menanamkan nilai-nilai religius di kalangan santri dan jamaah yang hadir.
Pengajian kali ini menghadirkan seorang tamu kehormatan dari Kota Tasikmalaya, yaitu Dr. KH. Zainurrofieq, Lc., M.Hum. Beliau memberikan tausiyah yang sarat akan makna, membahas keutamaan Ramadhan serta bagaimana umat Islam sebaiknya mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebajikan, serta mempererat ukhuwah Islamiah.
Turut hadir dalam acara ini para wali santri, alumni umrah dan haji, serta para calon jemaah haji. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini memiliki dampak yang luas bagi masyarakat dan jamaah, bukan hanya bagi santri, tetapi juga bagi mereka yang tengah bersiap menjalankan ibadah haji.
Momentum berharga ini juga dimanfaatkan untuk menggelar peresmian Kelompok Bimbingan Haji & Umroh (KBHIU) Nurul Huda. Peresmian ini menandai komitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi para calon jemaah haji dan umrah, dengan bimbingan yang sesuai tuntunan syariat Islam.
Ketua KBIHU Nurul Huda, H. Muhamad Iftor Nawaawi, menyatakan, “Alhamdulillah Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan telah memiliki lembaga baru, mudah-mudahan dengan hadirnya KBIHU Nurul Huda, mampu menjadi mitra Kemenag dalam pelaksanaan Bimbingan Jemaah Haji dan menjadi lembaga bimbingan yang profesional dalam bidang Haji & Umroh.”
Bazar ini menjadi bagian penting dari upaya pesantren untuk memperkenalkan berbagai produk dari masing-masing lembaga pendidikan yang ada di bawah naungannya, seperti SDIT, SMPIT, SMAIT, dan Madrasah Aliyah. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitar, tetapi juga sebagai wadah bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan mereka.
Penulis: Dimas Pramudya Sunardi