Tamrin Akbar : Keimanan yang Kuat dan Intelektual yang Tinggi adalah Bekal Masa Depan Santri

NURUL HUDA – Pada hari Sabtu, tanggal 16 November 2024, Pondok Pesantren Nurul Huda menggelar acara Tamrin Akbar yang diadakan di Masjid Al-Fauzan Kampus 2. Acara ini menjadi momen yang sangat dinanti oleh seluruh santri dan santriyah pondok pesantren Nurul Huda, karena selain merupakan kegiatan rutin, Tamrin Akbar kali ini menghadirkan berbagai macam penampilan seni dan keagamaan yang menarik.
Acara dimulai dengan suasana yang penuh keberkahan, di mana grup hadroh Ikhwan Tajjull Walidain menyuguhkan beberapa sholawat pilihan yang menggetarkan hati. Suara merdu hadroh yang dipadukan dengan lantunan sholawat Rasulullah SAW ini berhasil membangkitkan semangat dan rasa kebersamaan di kalangan para santri yang hadir. Setelah sholawat selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan seni tari Saman yang dibawakan oleh para santri akhwat. Tari saman, yang merupakan salah satu seni tradisional Aceh, menggambarkan rasa kebersamaan dan kekompakan. Gerakan-gerakan yang terkoordinasi dengan rapat itu mendapatkan sambutan meriah dari hadirin yang hadir, menunjukkan betapa antusiasnya mereka terhadap pertunjukan tersebut.
Selanjutnya, acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudari Nazla. Suaranya yang indah dan tartil mampu menenangkan hati seluruh peserta yang hadir. Pembacaan ayat-ayat suci ini menambah suasana sakral dalam acara tersebut. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kompetisi Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), yang diikuti oleh beberapa peserta dari kalangan santri. Kompetisi ini diikuti oleh Fahruroji, Maulana Rahmatullah, dan Fahri, yang masing-masing menampilkan keterampilan mereka dalam menyampaikan tafsir Al-Qur’an dengan cara yang kreatif dan mengesankan. Penampilan mereka memukau hadirin, dan semangat para peserta dalam menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an semakin menguatkan makna acara ini.

Penampilan Mubalighin
Berikutnya, giliran para mubalighin (penceramah) yang membawakan materi dakwah mereka. Para mubalighin yang tampil adalah Parhatul Aliyah, Nabhan Pasha, Dhiya, Fahmi Fathurrahman, dan Hilma Maulidul Husna. Masing-masing dari mereka menyampaikan dakwah dengan tema yang beragam, mulai dari pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, hingga menekankan pentingnya berakhlak mulia dan meningkatkan ibadah. Setiap penampilan mubalighin disambut dengan antusias dan khidmat oleh para hadirin, menandakan betapa besar perhatian mereka terhadap pesan-pesan yang disampaikan.
Pengumuman Kobong Terbersih dan Asrama Terbersih
Setelah semua penampilan selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman mengenai kobong (kamar) terbersih dan asrama terbersih. Penghargaan ini diberikan oleh pengurus divisi kebersihan kepada kobong dan asrama yang telah menjaga kebersihan dengan baik selama periode tertentu. Pengumuman ini bertujuan untuk memotivasi seluruh santri agar selalu menjaga kebersihan, baik di dalam kamar maupun di lingkungan pesantren. Tentu saja, pengumuman ini disambut dengan riuh tepuk tangan dari para santri yang merasa bangga atas upaya kebersihan yang telah mereka lakukan.
Fikri Satria, salah satu santri yang turut hadir, memberikan tanggapannya mengenai acara tersebut. “Acaranya seru dan rame, harus diadakan lagi,” ujarnya dengan penuh semangat. Hal ini menunjukkan betapa acara Tamrin Akbar kali ini benar-benar memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta.
Akhirnya, acara pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang mubalighin, berharap agar seluruh peserta diberikan keberkahan dan ilmu yang bermanfaat. Peserta acara pun kembali ke kegiatan masing-masing dengan hati yang penuh semangat dan rasa syukur.
Penulis: Dimas Pramudya Sunardi
Editor: Tim Redaksi Pondok Pesantren Nurul Huda