WhatsApp Official

0811 2444 851

HAFLAH TAKHORRUJ KE-6 PONDOK PESANTREN NURUL HUDA KERTAWANGUNAN

Share This Post:

NURUL HUDA – Ahad, 29 Juni 2025, Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan kembali mencatat sejarah dengan terselenggaranya acara Haflah Takhorruj, yaitu prosesi wisuda dan pelepasan para santri yang telah menyelesaikan berbagai jenjang pendidikan di pondok. Acara ini mencakup Wisuda Al-Qur’an, Wisuda Mutūn, serta Wisuda Kelulusan Haflah Takhorruj, yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kebahagiaan.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggetarkan hati, dilanjutkan dengan sambutan hangat dan amanat dari Ketua Yayasan Nurul Huda, yaitu KH. Muhamad Fahmi Fauzan, Lc., M.A.. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya pendidikan anak di masa yang akan datang, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Beliau menekankan bahwa pondok pesantren bukan hanya mencetak generasi berilmu, namun juga generasi yang berakhlak, beradab, dan mencintai Al-Qur’an.

Selanjutnya, Pimpinan Umum Pondok Pesantren Nurul Huda, KH. Abdul Syukur, turut memberikan sambutan dan motivasi kepada para santri dan wali santri. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan para santri bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi Wisuda Al-Qur’an diawali dengan pemanggilan satu per satu santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz. Mereka tampil dengan penuh percaya diri, menerima penghargaan dan piagam dengan iringan lantunan gambus yang menyentuh hati. Suasana terasa syahdu dan membanggakan. Para orang tua pun meneteskan air mata haru menyaksikan buah hati mereka menjadi huffazh yang insyaAllah akan menjadi penjaga kalamullah di muka bumi.

Dilanjutkan dengan Wisuda Mutun, yaitu penghargaan kepada santri yang telah menuntaskan hafalan matan-matan penting dalam berbagai disiplin ilmu seperti nahwu, fikih, tajwid, dan aqidah. Di antaranya: Tuhfah al-Aṭfāl, Al-Jurumiyyah, Bina’ wa Asas, dan lain-lain. Ini menjadi bukti keseriusan pesantren dalam menjaga tradisi keilmuan Islam klasik yang terus relevan sepanjang zaman.

Puncak acara adalah Wisuda Takhorruj, yakni pelepasan resmi bagi santri yang telah menyelesaikan seluruh masa belajar mereka di pondok. Para santri tampil dengan seragam toga khas pesantren, menyimbolkan keberhasilan mereka dalam menapaki perjalanan panjang pencarian ilmu dan adab.

Usai pemanggilan nama, dilakukan sesi sungkeman, di mana para wisudawan bersimpuh di hadapan orang tua dan guru untuk meminta doa dan restu. Tangis haru kembali pecah dalam keheningan, menggambarkan ikatan batin dan keberkahan ilmu yang diterima dengan penuh kerendahan hati. Sesi-sesi pemanggilan dan sungkeman pun tetap diselingi dengan alunan gambus yang memperindah suasana.

Sebelum acara ditutup, dilaksanakan pembagian hadiah kepada para santri berprestasi, baik dalam bidang akademik, keagamaan, maupun kedisiplinan. Ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan usaha mereka selama menuntut ilmu di pondok.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa khidmat yang dipimpin langsung oleh KH. Abdul Syukur, memohon kepada Allah SWT agar ilmu para santri membawa berkah, dan agar mereka senantiasa istiqamah di jalan kebaikan dan dakwah.

Haflah Takhorruj tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan, melainkan momen pembuktian bahwa Pondok Pesantren Nurul Huda terus berkomitmen membentuk generasi Qur’ani yang siap terjun ke masyarakat membawa nilai Islam, ilmu, dan akhlakul karimah.

Semoga para alumni menjadi lentera umat, pelanjut perjuangan dakwah, dan penjaga warisan keilmuan Islam yang mulia.

Add a Comment

Your email address will not be published.