RIHLAH DIROSIYYAH GOES TO YOGYAKARTA
NURUL HUDA – Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan kembali menyelenggarakan kegiatan Rihlah Dirosiyyah (perjalanan ilmiah) sebagai bagian dari program pendidikan luar pondok. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada tanggal 01-03 Juli 2025, dengan melibatkan seluruh santri tingkat SMPIT, MA, dan SMA Nurul Huda.
Sebelum keberangkatan, para peserta diberikan pengarahan oleh para pengasuh mengenai adab dalam safar (perjalanan), pentingnya menjaga niat, serta bagaimana mengambil pelajaran dari setiap tempat yang dikunjungi. Kegiatan ini dimulai dengan doa bersama dan pelepasan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan, KH. Abdul Syukur, yang menekankan pentingnya menjaga akhlak sebagai santri dalam setiap langkah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Di tempat tersebut, para peserta rihlah melakukan doa bersama dan mengambil pelajaran dari perjalanan dakwah Wali Songo yang penuh hikmah. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan dan singgah di Resto Kali Putih untuk melaksanakan sholat Subuh, mandi, dan sarapan pagi.
Setelah rehat, peserta rihlah dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Siswa-siswi tingkat MA dan SMA mengikuti kegiatan Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada para santri tentang dunia perkuliahan, serta mengenalkan lingkungan kampus sebagai bekal mereka setelah lulus nanti.


Sementara itu, siswa-siswi tingkat SMPIT mengunjungi Taman Pintar, sebuah tempat edukatif yang menyenangkan di pusat Kota Yogyakarta. Di sana, mereka belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan melalui berbagai wahana sains dan teknologi.
Setelah kegiatan kampus dan edukasi selesai, seluruh peserta rihlah kembali berkumpul dan melanjutkan perjalanan ke Tebing Breksi, sebuah tempat wisata alam yang menampilkan pemandangan tebing kapur yang eksotis. Kegiatan di Tebing Breksi berlangsung hingga menjelang sore, memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berfoto dan menikmati keindahan alam.


Menjelang malam, rombongan menuju tempat penginapan. Santri akhwat menginap di Burza Hotel, sementara santri ikhwan menginap di LYNN Hotel. Setelah beristirahat sejenak, besok harinya kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Ibarbo Park, kemudian menuju ikon wisata paling terkenal di Yogyakarta, yaitu Jalan Malioboro dan Benteng Vredeburg. Para peserta diberi kesempatan untuk mengeksplorasi sekitar Malioboro, menikmati suasana malam khas Yogyakarta, serta makan malam bersama di sekitar lokasi tersebut.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dan peserta makan malam, rombongan pun bersiap untuk kembali ke Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan dengan membawa banyak kenangan dan pelajaran berharga dari perjalanan ini.
Kegiatan Rihlah Dirosiyyah ini bukan sekadar perjalanan rekreasi, tetapi juga sarana pendidikan, motivasi, dan mempererat ukhuwah antar santri serta para pembimbing. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal spiritual dan intelektual bagi seluruh peserta untuk menghadapi tantangan masa depan dengan semangat dan keimanan yang lebih kuat.
Penulis : Dimas Pramudya Sunardi