WhatsApp Official

0811 2444 851

PENGAJIAN BULANAN NHK ANGKAT TEMA ADAPTABILITAS PENDIDIKAN PESANTREN TERHADAP PERKEMBANGAN ZAMAN

Share This Post:

Nurul Huda – Sabtu, 29 November 2025 Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan kembali melaksanakan agenda rutinnya, yaitu pengajian bulanan dan penjengukan santri. Kegiatan yang selalu dinantikan oleh para santri dan wali santri ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Adaptabilitas Pendidikan Pesantren Terhadap Perkembangan Zaman” yang disampaikan oleh KH. Muhammad Fahmi Fauzan, Lc., M.A., M.Pd (Ketua Yayasan Nurul Huda Kertawangunan).

Acara dimulai dengan pemutaran video profil resmi Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan, sebuah karya kolaborasi antara para santri dan Tim IT NHK. Video tersebut menampilkan perkembangan pondok sekaligus menjadi bukti bahwa para santri mampu beradaptasi dengan teknologi dan menghasilkan karya digital yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam ceramahnya, KH. Muhammad Fahmi Fauzan mengajak hadirin untuk merenungi kembali makna amal sholeh di era media sosial. Beliau menegaskan bahwa amal hendaknya diniatkan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan penilaian manusia. Fenomena publikasi ibadah di media sosial sering kali membuat masyarakat keliru dalam menilai kesalehan seseorang. Seseorang dapat terlihat sholeh karena menampilkan kebaikan dalam konten, namun kita tidak mengetahui bagaimana konsistensinya di luar layar. Sementara itu, banyak ulama yang tidak menggunakan media sosial tetap rutin beribadah tanpa perlu memperlihatkannya kepada publik. Dari sini beliau mengingatkan bahwa penilaian manusia sangat terbatas, sedangkan hanya Allah SWT yang mengetahui kualitas amal seorang hamba.

Pada kesempatan yang sama, beliau juga membahas tentang hakikat ilmu. Secara etimologi, kata “ilmu” berasal dari bahasa Arab ‘ilm yang berarti mengetahui atau memahami. Menurut beliau, ilmu yang paling baik adalah ilmu yang dipelajari secara berkelanjutan, bukan secara instan. Ilmu yang dipelajari secara terus-menerus akan meresap ke dalam jiwa dan menjadi bagian dari diri seorang santri. Contohnya, ketika santri terbiasa membaca dan menghafal Al-Qur’an, maka ayat-ayat tersebut akan mudah diingat dan melekat dalam ingatan. Karena itu beliau mengajak seluruh santri untuk istiqamah dalam belajar, sebab ilmu adalah kebutuhan yang akan menemani manusia hingga akhir hayat.

KH. Muhammad Fahmi Fauzan juga menekankan bahwa pesantren merupakan tempat terbaik bagi santri untuk merasakan nikmatnya menuntut ilmu. Selain itu, pendidikan dari orang tua sejak kecil juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Tujuan pendidikan orang tua adalah menanamkan sikap mandiri, berakhlak baik, dan bermanfaat bagi orang lain ketika anak nantinya hidup jauh dari keluarga.

Pengajian bulanan ini kembali mengingatkan bahwa pendidikan pesantren harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama. Acara berlangsung dengan penuh keberkahan, meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh santri, wali santri, dan masyarakat yang hadir.

Ditulis oleh: Keishanaya R.

Editor : Tim Redaksi Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan

Add a Comment

Your email address will not be published.